Gallery

Siapa Bilang Kawin Itu Enak??

Ringkasan yang aku buat dari sebuah buku yang pernah aku baca, dan cukup susah juga aku cari buku ini (padahal banyak dijual juga :d)

Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang bercerita tentang kehidupan menjelang atau sesudah pernikahan, dari berbagai macam pasangan dengan karakter unik masing-masing. Buku karangan Tria Barmawi ini menggunakan bahasa yang ringan dan menyegarkan, sehingga tidak membuat bosan pembacanya, meskipun tanpa ada gambar satupun.

Yang aku ceritakan ini, merupakan salah satu cerpen yang dimuat dalam buku tersebut. Judul cerpen sama dengan judul buku, “Siapa Bilang Kawin itu Enak?”

Cerpen ini menceritakan tentang apa yang dirasakan calon pengantin menghadapi persiapan pernikahannya. Buat yang belum nikah pasti banyak yang memprovokasi, “nikah itu enak lho” atau “ayo cepetan nikah!”
Nah gimana perasaan orang yang sudah mempersiapkan segala macam tetek bengek buat acara pernikahannya. Dari mulai pilih baju, pilih menu catering, cari tempat buat resepsi, pilih desain undangan, souvenir dan macam-macam lainnya. Stress rasanya.
Kalo semua sudah siap, tinggal menanti hari H, rasanya waktu berjalan lama banget. Duh tanggalnya masih lama ya, atau kalau sudah satu hari menjelang hari H, rasanya jarum jam itu kok nggak berputar. Di pikiran pasti ngebayangin yang bagus-bagus. Waaah, nanti aku bakal dirias jadi cantik banget. Pakai baju yang bagus, yang cuma dipake sekali seumur hidup, aku bakal jadi ratu dalam sehari itu. Yak, itu semua pemikiran sebelum hari H.
Malam sebelum hari H, bawaannya susah tidur, begitu masuk hari H. BLAAAR…. Hilang semua bayangan itu.
Pagi-pagi, lebih pagi dari pada ayam berkokok sudah disuruh buka mata. “ayo cepetan mandi, kamu harus dirias!!” padahal semalamnya sudah nggak bisa tidur, tetep harus bangun dan memaksa mata melotot lebar.
Selesai pakai topeng (make up maksudnya, hehe). Langsung acara Akad. Bayangin duduk lama, bersimpuh, prosesi acara Akad yang lama, denger penghulu pidato panjang lebar. Duuuh…. Kaki rasanya kesemutan. Akad selesai, menuju resepsi. Pengantin memang bak raja dan ratu, duduk di pelamin laksana singgasana. Tapi…..
Tiap ada tamu berdiri salaman, duduk lagi, salaman berdiri lagi, duduk lagi. Sudah seperti olahraga tuh, jongkok berdiri. Muka harus selalu tersenyum, otot sekitar bibir rasanya tegang. Darip pelaminan liat para tamu yang menikmati makanan dengan tenangnya, padahal yang jadi pengantin aja belum makan, kelaperan. Giliran acara selesai, waktunya makan, eh ada yang nyamperin. “Maaf, ini mau dibereskan, soalnya setelah ini ada acara lain”. GUBRRAK… belum sempet makan, Lapeeeerrrr…….
Tapi kalo sudah acara selesai, tinggal berdua dengan suami, hmm… waktunya iistirahat.
Yang sudah nikah pasti pernah ngerasain itu semua…😉
So, siapa bilang kawin itu enak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s